Irvan Jaya Seorang Mahasiswa Teknik Informatika - Universitas Mulawarman yang Doyan Nulis Artikel

Cara Mengetahui Kriteria Benefit dan Cost pada SPK

2 min read

Cara Mengetahui Kriteria Benefit dan Cost pada SPK

CoretanKode – Selamat datang di blog Teknologi sederhana ini dan pada kesempatan kali ini admin akan membagikan beberapa penjelasan seputaran dunia DSS alias Sistem Pendukung Keputusan (SPK).

Topik pembahasan artikel ini adalah membahas tentang apa itu kriteria benefit dan kriteria cost ? serta contoh dari kriteria benefit dan cost. Secara umum benefit dan cost memanglah banyak digunakan diberbagai bidang terutama Sistem Pendukung Keputusan.

Mengutip dari WikiPedia – Sistem pendukung keputusan adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.

Artikel Menarik Lainnya :

Nah jadi untuk kalian para pejuan skripsi seputaran SPK kalian berada di tempat yang benar nih guys ! Jadi tanpa basa-basi lagi silahkan simak terus artikel ini yah sampai selesai.

Apa itu Kriteria Benefit dan Kriteria Cost ?

Kriteria Benefit adalah sebuah kriteria yang semakin tinggi nilainya lebih baik lagi dan Kriteria Cost adalah sebuah kriteria yang semakin tinggi nilainya maka semakin tidak bagus/rendah value-nya.

Nah jadi Kriteria Benefit itu dalam bahasa indonesia adalah keuntungan sementara Cost dalam bahasa indonesia adalah biaya atau kerugian.

Jadi secara arti bahasa saja sudah kelihatan jelas benefit lebih dibutuhkan daripada cost, dengan mengetahui apa itu kriteria benefit dan cost maka kalian bisa lebih mudah menentukan bobot setiap kriteria pada sistem pendukung keputusan yang ingin kalian bangun.

Perbedaan Kriteria Benefit dan Cost

Singkatnya perbedaan kriteria benefit adalah kriteria yang semakin tinggi nilai/bobotnya maka semakin bagus value-nya, sementara cost semakin besar nilai/bobotnya maka semakin rendah value-nya.

Nah bila kalian masih bingung juga tentang cara menentukan perbedaan benefit dan cost. Mungkin penjelasan dibawah ini dapat membantu kalian semua.

Contoh Kriteria Benefit dan Kriteria Cost

Berikut ini adalah beberapa contoh dari benefit dan juga cost, silahkan kalian simak dan pikirkan yah. Ingat Benefit itu semakin besar nilainya maka semakin bagus value-nya sementara cost adalah sebaliknya yah.

Contoh Kriteria Benefit :

  • Fasilitas (Karena semakin banyak fasilitas maka semakin bagus)
  • Jumlah Kuota Internet (Semakin besar kuota internet maka semakin bagus dan lama kita berinternetan)
  • Nutrisi (Termasuk benefit karena semakin bernutrisi maka semakin bagus)
  • Waktu Liburan (Semakin lama kita berlibur maka semakin senang bukan ?)
  • Kuah Bakso (Admin suka minta kuah lebih kalau beli bakso hehe..)

Contoh Kriteria Cost :

  • Biaya Tiket Masuk (Semakin tinggi nilai maka variabel akan semakin buruk)
  • Jarak Tempuh (Kalau pergi jauh pasti ongkos lagi)
  • Peringkat (Peringkat suatu hal harus diperhitungkan)

BELUM PAHAM JUGA ? Nah silahkan lihat contoh tabel dibawah ini saja yah biar kalian paham.

Contoh Tabel Kriteria Sistem Pendukung Keputusan :

Kode  Ketentuan Kriteria Atribut Bobot
C1Harga MasukCost3
C2WaktuBenefit1
C3JarakCost2
C4FasilitasBenefit1,5
C5Peringkat WisataCost2,5

Contoh Tabel Harga Masuk :

Harga MasukVariabelNilai
< = Rp10.000Sangat Tinggi5
> Rp10.000 – <=Rp20.000Tinggi4
> Rp20.000 – <=Rp30.000Sedang3
> Rp30.000 – <=Rp40.000Rendah2
> Rp40.000Sangat Rendah1

Nah jadi dengan adanya data berbentuk tabel diatas kalian seharusnya sudah mengetahui perbedaan dari cost dan benefit dalam contoh kasus ini ada di bidang Sistem Pendukung Keputusan nih.

Seharusnya kalian bisa lebih mudah dalam mengolah data lanjutan ketika kalian sudah mengetahui mana yang menjadi benefit dan cost pada sistem yang kalian build, Jangan lupa baca artikel SPK lainnya yah.

Silahkan kalian cek tag SPK pada bagian bawah artikel ini yah. Terima kasih telah berkunjung dan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.

Irvan Jaya Seorang Mahasiswa Teknik Informatika - Universitas Mulawarman yang Doyan Nulis Artikel